Cara Mengkonfigurasi Kabel Serial

Setelah pada beberapa tulisan sebelumnya kita sudah membahas sedikit tentang vlan. Pada tulisan kali ini kita akan membahas mengenai router. Khusunya konfigurasi IP address pada setiap interface router.

Pada edisi router kali ini, kita akan membahas bagaimana cara melakukan konfigurasi interface kabel serial. Pada dasarnya tahapan struktur konfigurasi sama, namun terdapat sedikit perbedaan pada setiap interface, selain nomer dan nama tentunya.

Topologi yang akan kita gunakan pada pembahasan kali ini adalah sebagai berikut.

 


Pada topologi di atas, kita menggunakan 2 buah router dan client, dengan koneksi kabel serial, dan cross over. Di setiap segmen atau bagian terdapat IP address jaringan. Sehingga nantinya id atau IP address setiap interface segmen teman-teman bisa ubah sesuai dengan keinginan.

Pada pembahasan ini saya tidak akan membahas bagaimana caranya melakukan konfigurasi pada client. Jika teman-teman belum memahami bagaimana cara untuk mengkonfigurasinya, maka kalian dapat membaca tulisan saya yang lainnya mengenai “cara mengkonfigurasi ip address pada client”.

Baiklah teman-teman, kita akan langsung membahas tema kita pada tulisan kali ini. Hal pertama yang perlu kalian catat adalah bahwasannya tidak ada prioritas konfigurasi saat melakukan konfigurasi. Yang saya maksud adalah jika pada satu device atau perangkat terdapat lebih dari satu interface kabel yang terkoneksi (pada kasus topologi kita saat ini terdapat dua interface), maka tidak ada keharusan yang mana seharusnya dikonfigurasi lebih dahulu.

Yang paling penting adalah kalian harus mengkonfigurasi semua interface. Jadi bisa interface Fastethernet terlebih dahulu atau interface serial.

Kali ini kita akan melakukan konfigurasi pada interface fastethernet terlebih dahulu. Seperti biasa kita harus memasuki mode konfigurasi untuk dapat melakukan pengaturan pada perangkat melalui kolom CLI. Jadi silahkan untuk melakukan klik satu kali pada peragkat router, lalu memilih tab CLI.

Untuk dapat masuk ke mode konfigurasi, kita dapat mengetikan dua buah kode. Yang pertaman adalah kode enable untuk mengaktifkan router dan kode configure terminal untuk masuk ke mode konfigurasinya. Seperti berikut:

 

 

--- System Configuration Dialog ---

 Would you like to enter the initial configuration dialog? [yes/no]: no

 Press RETURN to get started!

 

 

Router>enable

Router#configure terminal

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Router(config)#


Maka kita sudah berada pada mode konfigurasi. Hal tersebut bisa kita lihat pada perubahan kode status. Misalnya saat belum aktif ditandai >, ketika sudah aktif tandanya berubah menjadi #. Setelah masuk mode konfigurasi ditandai dengan penambahan kode (config)#.

Setelah itu kita lanjutkan dengan mengganti nama device yang kita konfigurasi. Tujuan mengganti nama adalah agar kita mudah dalam mengetahui perangkat mana yang kita atur. Dengan mengetikan kode:

 

Router(config)#hostname R1

R1(config)#

 

Selanjutnya kita konfigurasi ip address interface fastethernet. Seperti berikut:

 

R1(config)#interface fa0/0

R1(config-if)# ip address 192.168.90.1 255.255.255.0

R1(config-if)#no shutdown

 

Dengan kode di atas kita sudah selesai melakukan konfigurasi ip address interface fastethernet. Setelah itu kita konfigurasi interface serial, dengan kode seperti berikut:

R1(config)#interface se2/0

R1(config-if)#clock rate 9600

R1(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.128

R1(config-if)#no shutdown

 

Pada konfigurasi interface ini, terdapat sedikit perbedaan, yakni terdapat kode clock rate 9600. Kode ini berfungsi untuk mengatur speed transfer paket data yang dikirim dari satu client ke client yang lain.

Sehingga pada router pertama ini konfigurasi fullnya seperti berikut:

 

 Konfigurasi Router 1

 --- System Configuration Dialog ---

 

Would you like to enter the initial configuration dialog? [yes/no]: no

 

Press RETURN to get started!

 

Router>enable

Router#configure terminal

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Router(config)#hostname R1

R1(config)#interface fa0/0

R1(config-if)# ip address 192.168.90.1 255.255.255.0

R1(config-if)#no shutdown

R1(config-if)#exit

R1(config)#interface se2/0

R1(config-if)#clock rate 9600

R1(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.128

R1(config-if)#no shutdown

R1(config-if)#exit

R1(config)#

 

Pada device router ke dua, cara konfigurasinya sama. Hanya terdapat perbedaan pada kabel serial yang tidak terdapat clock rate. Temen-temen dapat membaca tulisan saya yang membahas detail tentang kabel serial. Berikut adalah konfigurasi selengkapnya perangkat router 2.

  

Konfigurasi Router 2

--- System Configuration Dialog ---

 

Would you like to enter the initial configuration dialog? [yes/no]: no

 

 

Press RETURN to get started!

 

Router>enable

Router#configure terminal

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Router(config)#hostname R2

R2(config)#interface fa0/0

R2(config-if)#ip address 192.168.91.1 255.255.255.0

R2(config-if)#no shutdown

R2(config-if)#exit

R2(config)#interface se2/0

R2(config-if)#ip address 10.10.10.2 255.255.255.128

R2(config-if)#no shutdown

R2(config-if)#exit

R2(config)#

 

Post a Comment

0 Comments